Di usia 13 tahun, Zaid Bin Tsabit datang menemui Rasulullah Muhammad SAW. Ia datang membawa pedang yang panjangnya melebihi tinggi badannya. Tanpa rasa takut dan dengan penuh percaya diri pemuda kecil itu memohon kepada rasulullah agar diijinkan ikut berperang. “Saya bersedia syahid untuk anda wahai rasulullah. Ijinkan saya pergi berjihad bersama anda untuk memerangi musuh-musuh Allah, dibawah panji-panji anda,” ucapnya dengan tegas. Rasulullah tertegun mendengar permintaan itu. Dengan penuh rasa haru, gembira dan takjub ia menepuk-nepuk bahu Zaid. Sayangnya, rasulullah tidak bisa memenuhi permintaan itu. Zaid masih terlalu muda untuk ikut berperang. (more…)
Suatu hari RasuluLlah SAW menyempatkan diri berkunjung ke rumah Fatimah RA. Setiba di kediaman putri kesayangannya tersebut RasuluLlah SAW berucap salam kemudian masuk. Ketika itu didapatinya Fatimah tengah menangis sambil menggiling syair (Gandum) dengan penggilingan tangan dari batu. Seketika itu RasuluLlah SAW bertanya , “Duhai Fatimah, apa gerangan yang membuat engkau menangis ? Semoga Allah SWT tidak menyebabkan air matamu berderai”.
Jawab Fatimah “Wahai RasuluLlah, penggilingan dan urusan rumah tangga inilah yang menyebabkan ananda menangis”.
Lalu duduklah RasuluLlah SAW di sisi Fatimah. Kemudian Fatimah melanjutkan,
“Duhai Ayahnda, sudikah kiranya Ayah meminta kepada Ali suamiku mencarikan seorang jariyah (hamba perempuan) untuk membantu ananda menggiling gandum dan menyelesaikan pekerjaan rumah “. (more…)
Benar kiranya jika Al Qur’an disebut sebagai mukjizat. Bagaimana tidak, ternyata ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan di abad ke 7 masehi di mana ilmu pengetahuan belum berkembang (saat itu orang mengira bumi itu rata dan matahari mengelilingi bumi), sesuai dengan ilmu pengetahuan modern yang baru-baru ini ditemukan oleh manusia.
Sebagai contoh ayat di bawah:
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” [Al Anbiyaa:30]
Saat itu orang tidak ada yang tahu bahwa langit dan bumi itu awalnya satu. Ternyata ilmu pengetahuan modern seperti teori Big Bang menyatakan bahwa alam semesta (bumi dan langit) itu dulunya satu. Kemudian akhirnya pecah menjadi sekarang ini. (more…)
Beriman bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling utama. Jika seseorang sudah tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, maka sesungguhnya orang itu dalam kesesatan yang nyata.
Benarkah Tuhan itu ada? Kita tidak pernah melihat Tuhan. Kita juga tidak pernah bercakap-cakap dengan Tuhan. Karena itu, tidak heran jika orang-orang atheist menganggap Tuhan itu tidak ada. Cuma khayalan orang belaka.
Ada kisah zaman dulu tentang orang atheist yang tidak percaya dengan Tuhan. Dia mengajak berdebat seorang alim mengenai ada atau tidak adanya Tuhan. Di antara pertanyaannya adalah: “Benarkah Tuhan itu ada” dan “Jika ada, di manakah Tuhan itu?”
Ketika orang atheist itu menunggu bersama para penduduk di kampung tersebut, orang alim itu belum juga datang. Ketika orang atheist dan para penduduk berpikir bahwa orang alim itu tidak akan datang, barulah muncul orang alim tersebut. (more…)
Di bulan Ramadhan, pintu neraka ditutup dan pintu syurga dibuka lebar-lebar. Namun banyak orang gagal mendapatkan kemuliaannya. Di bawah ini kiat-Kiat menghindarinya gagalnya Ramadhan
1. Kurang melakukan persiapan di bulan Sya’ban.
Misalnya, tidak tumbuh keinginan melatih bangun malam dengan shalat tahajjud. Begitupun tidak melakukan puasa sunnah Sya’ban, sebagaimana telah disunnahkan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Dalam hadits Bukhari dan Muslim, dari Aisyah Radhiallaahu ‘anha berkata,
”Saya tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan, dan saya tidak pernah melihat beliau banyak berpuasa selain di bulan Sya’ban.” (more…)
Ini cerita tentang Anisa, seorang gadis kecil yang ceria berusia lima tahun. Pada suatu sore, Anisa menemani Ibunya berbelanja di suatu supermarket.Ketika sedang menunggu giliran membayar, Anisa melihat sebentuk kalung mutiara mungil berwarna putih berkilauan, tergantung dalam sebuah kotak berwarna pink yang sangat cantik. Kalung itu nampak begitu indah,sehingga Anisa sangat ingin memilikinya.
Tapi… Dia tahu, pasti Ibunya akan berkeberatan. Seperti biasanya, sebelum berangkat ke supermarket dia sudah berjanji: Tidak akan meminta apapun selain yang sudah disetujui untuk dibeli. Dan tadi Ibunya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki ber-renda yang cantik. Namun karena kalung itu sangat indah, diberanikannya bertanya : “Ibu, bolehkah Anisa memiliki kalung ini ? Ibu boleh kembalikan kaos kaki yang tadi… ” Sang Bunda segera mengambil kotak kalung dari tangan Anisa. Dibaliknya tertera harga Rp 15,000. Dilihatnya mata Anisa yang memandangnya dengan penuh harap dan cemas. Sebenarnya dia bisa saja langsung membelikan kalung itu, namun ia tak mau bersikap tidak konsisten… (more…)
Bulan yang dinantikan akan segera datang, bulan Ramadhan adalah bulan yang paling mulia dan memiliki keistimewaan tersendiri, berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Bulan Ramadhan secara khusus adalah milik Alllah karena Dia lah Yang berjanji akan mengganjar orang-orang yang beribadah kepada-Nya. Salah satu kekhususan bulan Ramadhan itu adalah dengan adanya Qiyam Ramadhan di mana pahalanya tidak tanggung-tanggung diberikan kepada seorang hamba. Apakah sebenarnya Qiyam Ramadhan itu? bagaimana cara menghidupkannya? Apa pahala yang besar itu? Apa syarat-syarat yang harus dipenuhi agar dapat meraihnya? Silahkan simak uraiannya! (more…)
Betapa besar perbedaan antara shaumnya –puasanya- kita dengan shaumnya salafus shalih -generasi awal Islam.
Generasi awal Islam berlomba meraih nilainya, berkutat dalam naungannya dan mengerahkan segenap kekuatan fisik dan kekuatan jiwa untuk mengisinya. Siang hari mereka adalah kesungguhan, produktifitas dan profesional. Malam hari mereka adalah malam-malam meraih bekalan ruhani, tahajjud dan tilawatul Qur’an. Sebulan penuh mereka belajar, beribadah dan berbuat baik. Lisan mereka shaum, jauh dari berkata yang tidak ada manfaatnya, apalagi kata-kata kasar, jorok dan dusta. Telinga mereka shaum, tidak mendengarkan pernyataan sesat, negatif dan sia-sia. Mata mereka shaum, tidak melihat yang diharamkan dan perbuatan tidak senonoh. Hati mereka shaum, tidak terbersit untuk melakukan kesalahan atau dosa. Dan tangan mereka, tidak digunakan untuk mengambil yang tidak halal dan tidak menyakiti. (more…)
Ramadhan adalah hari yang selalu dinantikan mukminin diseluruh dunia, berjuta keistimewaan dibulan itu, dilipat gandakan pahala, dihapuskan dari segala dosa, pintu-pintu Syurga dibuka, ampunan dan keberkahan dicucurkan. orang-orang yang beriman berlomba menjaring segala kebaikan. Mereka memperbanyak bacaan Al Quran. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat serta menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Menyukuri.” (QS. Fathir: 29-30). Atas keutamaan ini, maka Rosulullah SAW sangat menganjurkan kepada kaum muslimin agar dibulan Ramadhan, selalu memperbanyak waktunya dengan membaca Al Quran. (more…)
Keutamaan hari-hari dan malam-malam Ramadhan berikut ini saya terjemahkan dari kitab “Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah”. Kitab yang berisi tentang keutamaan bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan. Penulisnya seorang ulama besar ahli hadis dari kalangan mazhab Ahlul bait Nabi saw, yaitu Allamah Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi (Syeikh Shaduq). Beliau meriwayatkan hadis-hadis Rasulullah saw tentangnya yang bersumber dari para Imam Ahlul bait Nabi saw dan sahabatnya, juga hadis-hadis dari mereka. Jadi, hadis-hadis dalam kitab ini keshahihannya tidak perlu diragukan lagi karena, selain penyusunnya ulama besar ahli hadis, ia telah ditahqiq (diteliti) oleh ulama ahli hadis berikutnya, misalnya Allamah Mirza Ar-Ridha Irfaniyan.
Tentang keutamaan bulan Ramadhan secara detail dari hari ke hari, beliau mengutip hadis Rasulullah saw sebagai berikut: (more…)